Didi Carsidiawan

menggali inspirasi, menggali potensi

Kisah Kelahiran Putra Pertamaku

Mengawali tulisan di Coretan Kecilku ini, saya ingin menuliskan tentang kisah kelahiran anak pertama kami, Daffa. Kisah ini diceritakan kembali hanya sekedar untuk mengenang saja peristiwa silam saat anak pertama kami, Muhammad Daffa Ahnaf Habibie dilahirkan. Tidak ada maksud lain, selain ya… itu tadi, untuk mengenang kembali! baik untuk saat ini maupun untuk masa mendatang. Mungkin sedikit ada hikmah baik untuk kami, terutama untuk anak kami Daffa, atau bahkan setiap yang membacanya.

Anak pertama kami, yang biasa kami panggil Daffa, usianya sekarang sudah tiga tahun empat bulan tujuh belas hari. Sejak satu tahun yang lalu, Daffa sudah “bersekolah” di kelompok bermain “Salimah” Lemabang Palembang. Bahkan sejak 15 Juli 2007, Daffa telah mendapatkan seorang adik laki-laki bernama Nabigh, yaitu anak kedua kami. Daffa dilahirkan pada hari Kamis, 14 April 2005 di rumah bersalin Bakti Kasih Sekojo Palembang. Berikut ini adalah kronologis kisah kelahiran Daffa.

Hari Rabu, 13 april 2005 pukul 18.45 WIB, ba’da shalat magrib saya beserta istri yang tengah mengandung sembilan bulan berangkat menuju klinik Kimia Farma yang terletak di Jl. Kol. Atmo Palembang untuk memeriksakan kesehatan kandungan beserta bayi yang dikandungnya. Hal itu rutin kami lakukan minimal sebulan sekali.

Setelah tiba di klinik, seperti biasa terlebih dahulu kami mendaftar. Suasana klinik pun sudah dipenuhi banyak pasien sehingga kami harus menunggu lama. Sambil menunggu, lalu kami berangkat menuju kape “November 13” untuk sekedar makan.

Setelah selesai makan, lalu kami kembali ke klinik Kimia Farma, alhamdulillah tidak begitu lama menunggu istriku dipangil untuk diperiksa kandungannya. Dokter kandungan yang biasa memeriksa istriku adalah dokter Hj. Nurhayati Sp.OG. Mengingat usia kandungan istri saya sudah mencapai batas usia untuk melahirkan, maka saat itu juga istri saya oleh dokter diberi obat berupa obat perangsang kelahiran (induksi). Dokter Nurhayati berpesan, jika sampai seminggu lagi belum melahirkan juga, maka minggu depan kelahirannya harus “dipaksa” dengan cara operasi atau bedah caesar. Wah..!

Pukul 21.20 akhirnya kami pun pulang meninggalkan klinik Kimia Farma dengan diliputi perasaan was-was, karena ya…itu tadi…ada kata-kata harus dicaesar! Anda, pembaca, mungkin tahu resiko proses kelahiran dengan caesar gimana?

Masa-Masa Kritis Menjelang Kelahiran

Hampir pukul sepuluh malam kami tiba di rumah. Sejak dari dokter dan tiba di rumah itulah, saya beserta istri belum juga bisa memejamkan mata. Puncaknya adalah pada pukul 23.30 WIB saat istri saya mulai merasakan perutnya sakit, atau yang sering disebut kontraksi sebagai tanda anak kami akan segera lahir. Kontraksi itu timbul setiap lima menit namun terasa sangat menyakitkan. Itu adalah pengaruh obat perangsang kelahiran yang diberikan dokter Nurhayati.

Istriku belum mau dibawa ke rumah sakit saat mengalami kontraksi itu meskipun saya berusaha membujuknya. Sampai akhirnya pukul 01.35 WIB karena sudah tidak tahan lagi melihat penderitaanya, saya pun segera mengantarkannya ke rumah bersalin terdekat dengan menggunakan sepeda motor kami, disusul kemudian oleh ibu mertua dan seorang paman.

Setiba di rumah bersalin Bhakti Kasih sekitar pukul 02.00 WIB istriku langsung diperiksa, dan ternyata sudah bukaan satu, berarti masih lama untuk melahirkan. Dokter memperkirakan ba’da shubuh anaku baru dilahirkan. Namun, menjelang kelahiran itulah istriku mengalami masa-masa yang menyakitkan, sakit sekali! katanya, akibat kontraksi itu. Duuuh…rasanya sampai tidak tega aku melihatnya, ingin rasanya saya pun menangis untuknya jika melihat derita sakit yang dirasakan istriku akibat kotraksi saat itu, bagaimana tidak, melihat istriku yang mengerang kesakitan, wajahnya pucat pasi, pandangan matanya nanar seperti hampa dan keringat dingin membasuhi seluruh mukanya. Sungguh saya kasihan sekali melihatnya!, namun tak ada yang dapat ku perbuat, selain berdoa dan panik yang luar biasa!

Waktu terus berlalu, sampai tibalah adzan subuh berkumandang. Saya pun kemudian pergi ke mesjid terdekat untuk menunaikan shalat shubuh. Sementara istriku ditemani oleh ibu mertua. Selepas shalat shubuh, tak lupa doa terus tak henti-hentinya ku panjatkan untuk kelancaran dan keselamatan proses kelahiran istriku dan anaku.

Sesampainya saya di rumah bersalin, para perawat yang berjumlah tiga orang sedang sibuk mempersiapkan peralatan untuk proses kelahiran istriku yang sudah bukaan sepuluh yang berarti akan segera melahirkan.

Alhamdulillah, subhanallah, proses kelahiran anaku yang dibantu para perawat (yang salah seorangnya adalah perawat yang membantu proses kelahiran ibu mertuaku sewaktu melahirkan istriku di rumah bersalin yang sama!) berjalan dengan lancar. Tepat pagi itu, Kamis, 14 April 2005 pukul 06.35 WIB bertepatan dengan 5 Rabiul Awal 1426 H, anaku pun terlahir dengan selamat dengan berat 3,1 kg dan panjang 48 cm. Seorang bayi laki-laki mungil dan tampan. Daffa terlahir dengan lancar sekali, dia bagaikan loncat ketika keluar dari perut ibunya dengan posisi muka menengadah menatap sekeliling ruangan bersalin diiringi suara tangis pertamanya. Subhanallah, alhamdulillah anaku lahir dengan selamat tak kurang suatu apapun.

Mungkin satu hal yang patut aku syukuri, dimana aku diberikan kesempatan untuk menyaksikan sekaligus membantu proses kelahiran istri dan anaku. Disamping itu, mungkin aku pun adalah orang yang pertama melihat anaku saat terlahir ke dunia (sesuatu yang mungkin tidak semua ayah mengalaminya, mengingat berbagai alasan seperti tidak diperbolehkannya suami menyaksikan proses kelahiran istrinya, atau karena alasan lain semisal suami yang takut menyaksikan proses kelahiran istrinya).

Demikian kisah kelahiran anak pertama kami. Untuk melihat foto-foto semasa kelahiran Daffa, silahkan klik Galeri Foto Ananda Daffa, atau klik disini.

Agustus 31, 2008 - Posted by | Coretan Kecilku

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: