Didi Carsidiawan

menggali inspirasi, menggali potensi

Sok Kenal Sok Dekat

Ini adalah pengalaman pribadiku yang sangat konyol, memalukan, dan aku pikir sangat-sangat lucu, sampai-sampai kalo aku mengingat peristiwa itu suka senyum-senyum sendiri. Cerita pengalaman pribadi ini pernah aku kirimkan ke harian Republika dan oleh harian Republika kemudian ditayangkan pada Rubrik Polah edisi Ahad, 18 April 2004. Rubrik Polah adalah rubrik yang khusus menayangkan pengalaman pribadi yang lucu-lucu dan konyol. Bahkan oleh Republika diberiikan ilustrasi dalam bentuk gambar. Cerita ini waktu itu aku beri judul “Sok Kenal Sok Dekat”. Begini ceritanya….

Peristiwa itu terjadi sekitar awal tahun 1997, waktu itu kami masih kuliah di STAN Jakarta. Seperti biasa, pas jam istirahat kuliah sambil menunggu jam kuliah mata pelajaran lainnya, saya dan sebagian teman lainnya sering berkumpul di depan kelas gedung D lantai II sambil membicarakan segala macam kisah menyangkut pelajaran atau hal-hal lainnya. Namun, waktu jam istirahat itu saya tidak ikut kumpul-kumpul melainkan langsung naik ke lantai tiga menemui seorang kawan.

Liat nih saya lagi ninjuin pantat Nasir he..1000x (ilustrasi oleh Republika)

Liat nih saya lagi asyik ninjuin pantatnya Nasir he..1000x (ilustrasi oleh redaksi harian Republika)

Setelah selesai urusan, saya lalu turun lagi ke lantai dua dan dari tangga kelihatan kawan-kawan sedang asyik berbincang. Dihadapan kami terlihat Muhammad Nasir kawan sekelasku yang sangat akrab denganku sedang berdiri membelakangi kami. Badannya tinggi dan tegap. Tanpa basa – basi, Muhammad Nasir yang sedang berdiri membelakangiku itu dengan jahil aku pukul-pukul pantatnya dengan gaya bak seorang petinju sampai lama dan berkali-kali, sementara posisiku membungkuk dan mataku tetap tertuju pada pantatnya itu. Setelah sekian lama aku pukul-pukul pantat Nasir, aku merasa heran karena Nasir tidak bereaksi. Lalu aku mendongakan mukaku keatas untuk melihat wajahnya, masyaallah ternyata orang yang aku pukul-pukul pantatnya itu bukan si Nasir kawan akrabku itu, melainkan entah siapa, kenal juga tidak bahkan rasanya baru kali itu aku melihat wajahnya.

Rupanya dari tadi dia terus melihatku dengan menoleh kebelakang sambil mesem-mesem keheranan. Mukaku merah padam menahan malu yang teramat sangat. Aku langsung menghambur masuk kedalam kelas dengan terlebih dahulu meminta maaf tetapi hampir tidak terdengar. Kawanku dibelakang semuanya tertawa karena melihat aku masuk kelas sambil menggerak-gerakan tangan seperti sedang bertinju, mungkin itu gerakan tanpa sadarku karena saking malunya. Mungkin itulah balasan bagiku yang SKSD. Kepada M. Nasir gadungan saya mohon maaf, dan kepada M. Nasir asli kenanglah diriku selalu.

Agustus 31, 2008 - Posted by | Cerita Humor

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: