Didi Carsidiawan

menggali inspirasi, menggali potensi

Tujuh Tahun 11 September 2001

Menara WTC saat kejadian

Menara WTC saat kejadian

Hari ini adalah tepat tujuh tahun diperingatinya peristiwa tragedi serangan 11 September 2001. Serangan terorisme yang terjadi pada empat lokasi kejadian di Amerika Serikat tersebut, yang paling parah telah menyebabkan runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC) di New York yang menimbulkan korban jiwa sebanyak 6000 orang. Serangan itu sendiri memanfaatkan empat pesawat komersial Amerika Serikat dalam jangka waktu yang hampir bersamaan.

Sebenarnya targetnya ada empat bangunan, namun pada kasus yang terakhir gagal. Pesawat yang ditabrakan meliputi Amercan Airlines penerbangan 11 yang menabrak menara WTC yang utara, pesawat United Airlines penerbangan 175 yang menabrak menara WTC selatan, American Airlines penerbangan 77 yang menabrak The Pentagon, dan United Airlines penerbangan 93 yang gagal menabrak gedung sasaran karena jatuh ke tanah. Para teroris itu menabrakan pesawat ke US Capitol atau Gedung Putih namun gagal. Semua orang dalam pesawat termasuk para teroris tewas.

Peristiwa itu sangat menghentak dunia. Dunia pun segera menunjukan soldaritasnya terhadap tragedi kemanusiaan itu. Solidaritas bukan hanya datang dari dunia barat bahkan datang dari dunia Islam yang selama ini selalu mendapatkan ketidakadilan dari Amerika Serikat.

Teka-teki siapa pelaku terorisme itu sampai sekarang masih misterius. Namun demikian, meskipun belum dapat dibuktikan siapa dalang dibalik peristiwa tersebut, Presiden AS George W. Bush sejak awal telah menunjuk hidung dan mengumumkan pada dunia bahwa Al-Qaida-lah dibalik serangan 11 September tersebut.

Tudingan yang sampai sekarang belum terbukti kebenarannya itu telah menyebabkan bertambahnya sentimen negatif dunia barat terhadap dunia Islam. Peristiwa itu pulalah yang menjadikan alasan dan legalitas Amerika Serikat di bawah kepemimpinan George W. Bush untuk menyerang negara-negara Islam dengan dalih untuk menangkap dan menghancurkan Al-Qaida di bawah pimpinan Osama Bin Laden. Maka dimulailah serangan AS terhadap Afghanistan dan terakhir berhasil menduduki Irak dengan menggulingkan Saddam Hussein yang merupakan seteru Bush  senior.

Lantas sebetulnya siapa pelaku dibalik aksi serangan 11 September 2001 tersebut? Sampai sekarang belum jelas siapa sesunggunya pelakunya. Namun menurut informasi yang saya kutif dari Wikipeda, telah terjadi konspirasi Yahudi dalam peristiwa itu. Peristiwa itu diduga pelakunya ialah bangsa Israel, menurut sebuah fakta menarik, dari laporan time.com, dari sekitar 6.000 korban runtuhnya gedung WTC, hanya beberapa saja yang orang Yahudi. Padahal ada 4.000 orang Yahudi yang mencari nafkah di gedung itu. Konon, mereka sebelumnya telah dilarang mendekati gedung nahas itu oleh kelompoknya.

Menurut pengamat intelijen yang juga mantan KaBaKIn, Zaini Anshar Maulani (1939-2005), kemungkinan temuan itu ada benarnya. Sebab selama ini Israel sering memanfaatkan dan memprovokasi beberapa orang Arab fanatik untuk melakukan teror bunuh diri itu. Namun sayangnya, FBI, CIA, dan pejabat keamanan AS tak sungguh-sungguh mengusut informasi bahwa pada tanggal itu 4 ribu orang Yahudi libur. Menurut salah satu sumber berita, bahwa saat peledakan itu, juru kamera Yahudi tampak bersuka cita atas tabrakan itu.

Bahkan, tanpa bermaksud menuduh bahwa pemerintah AS berada dibalik peristiwa 11 September, Presiden Venezuela Hugo Chavez mengatakan, bukan tidak mungkin pemerintah AS ikut terlibat dalam peristiwa kelabu itu. Oleh sebab itu, menurut Chavez, ada baiknya teori-teori yang menyebut pemerintah AS berperan dalam serangan tersebut dikaji lebih mendalam.

Pemimpin Venzuela yang kerap mengkritik Presiden AS George W. Bush ini melontarkan komentarnya itu setelah stasiun televisi nasional Venezuela menayangkan program investigasi yang menghasilkan teori bahwa Menara Kembar WTC dihancurkan dengan bahan peledak setelah pesawat yang dibajak menghantam kedua gedung itu pada 11 September 2001.

“Hipotesa itu tidak mustahil… bahwa kedua menara itu mungkin diledakan dengan dinamit. Sebuah gedung tidak akan runtuh seperti itu, kecuali oleh sebuah ledakan,” ujar Chavez dalam pidato di depan para pendukungnya.

“Hipotesa yang makin menguat… bahwa kekuatan imperial AS-lah yang merencanakan dan melakukan serangan teroris yang mengerikan ini, mengorbankan rakyatnya sendiri dan masyarakat dunia,” sambung Chavez.

Mengapa hal itu dilakukan AS? Menurut Chavez, untuk membenarkan agresi AS ke Afghanistan dan Irak, untuk menjamin kekuatan ekonomi dan politiknya.

Tentu, terlepas dari dugaan-dugaan tersebut di atas tentang kebenaran siapa dalang dibalik serangan tersebut, hanya waktulah yang akan menjawabnya.

September 11, 2008 - Posted by | Artikel Bebas

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: