Didi Carsidiawan

menggali inspirasi, menggali potensi

Heran Dilihat Pak Sekdes

malu

lagi maluuu

Tulisan ini hanya iseng belaka. Daripada mentok gak ada tulisan. Ini menceritakan pengalaman yang ku alami dulu. Ceritanya begini….

Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1990 waktu aku masih duduk di bangku SMP. Jam empat pagi aku bangun, lalu pergi ke mesjid didesaku untuk menunaikan shalat shubuh berjamaah. Aku berangkat bersama kakakku menuju mesjid yang lumayan jauh jaraknya. Sesampainya di mesjid, azan shubuh berkumandang. Sambil menunggu shalat shubuh setelah sebelumnya aku melakukan sholat Qobliyah subuh, aku duduk disamping kakakku sementara dihadapanku duduk pula Pak Sekdes.

Sepanjang duduk itulah Pak Sekdes selalu melihat ke arahku dengan raut muka seperti keheranan dan sambil mesem-mesem. Dilihatin terus Pak Sekdes aku diam saja dan tak berkata apa-apa, tapi dalam hatiku terus bertanya-tanya sebetulnya ada apa dengan aku sehingga Pak Sekdes ngelihatin terus aku. Waktu shalat pun tiba, lalu kami melaksanakan shalat subuh berjamaah.

Setelah shalat, kami berdua pulang dan sesampainya di rumah aku kembali tidur karena kebetulan hari itu libur sekolah. Sekitar jam delapan pagi aku bangun dan lalu bercermin. Aku kaget, dan sekarang aku tahu jawabannya kenapa aku tadi dilihatin terus oleh Pak Sekdes, ternyata karena aku memakai baju yang terbalik. Aku tertawa-tawa geli sendiri di depan cermin dan timbul rasa malu kepada Pak Sekdes. Aku jadi maaa………luu…………uu…………uu………deh.

Kasih komentar doonk..

Iklan

Desember 23, 2008 Posted by | Cerita Humor | 3 Komentar

Kuliah Tujuh Menit (Kultum)

Seorang pemuda (sebut saja namanya Anto) yang terlihat alim dengan berbaju koko dan memakai peci sedang asyik duduk di kursi deretan sebelah belakang suatu bis kota. Dia adalah salah seorang penumpang bis kota tersebut. Ketika bis berhenti sejenak, naiklah seorang pemuda kurus yang kemudian duduk disebelah Anto. Bis kota kembali berjalan.

Tak lama kemudian, pemuda kurus tersebut mengeluarkan sebilah pisau dan menodongkannya ke arah Anto. Seketika Anto tersadar bahwa yang duduk disebelahnya adalah seorang preman atau penodong jalanan. Namun dia tetap bersikap tenang dan tidak panik, malah Anto kemudian memberikan pelajaran manajemen kalbu kepada preman tersebut

”Sekarang adalah bulan suci Ramadhan, kita harus banyak-banyak beribadah, antara lain kita harus memperbanyak shalat sunah, banyak-banyak membaca al-quran, kita harus memperbanyak i’tikaf di mesjid, banyak-banyak shodaqoh. Tidak baik mencari rezeki dengan cara menodong, berdosa, dan rezekinya tidak akan halal……….!”

Mendengar Anto malah memberikan ceramah kepada dirinya, sang preman akhirnya merasa keki, apalagi setelah para penumpang yang duduk di depan semua melihat ke arah nya….sang preman tambah malu….akhirnya dengan langkah mundur teratur, di keluar dari bis kota tersebut….wakakakakakkkk………

Catatan : Diadopsi dan diceritakan kembali dari acara “Tangkap” di ANTV.

Agustus 31, 2008 Posted by | Cerita Humor | Tinggalkan komentar

Maling Jagung Kebingungan

Suatu malam yang tidak terlalu gelap, iseng-iseng seorang pemilik kebun jagung sebut saja namanya Pak Kosim tanpa ditemani seorang pun, memeriksa kebun jagungnya yang hampir panen. Tidak ada seorang pun di sekitar kebun tersebut kecuali dirinya. Namun tiba-tiba, ketika sedang asyik melihat-lihat, dia dikagetkan dengan suara kresek-kresek dan gerakan pohon-pohon jagung yang bergoyang-goyang. Lalu dia mengamati dengan teliti pohon jagung yang bergoyang-goyang itu dengan seksama. Dilihatnya seorang pria sedang asyik memetik jagung miliknya.

”Hei sedang apa kamu?” kata Pak Kosim berteriak

Mendengar suara teriakan, sang pencuri panik…dengan seketika tanpa menghiraukan jagung yang telah didapatnya…dia langsung mengambil langkah seribu. Dia lari ke arah selatan.

Melihat pencuri itu lari, Pak Kosim tidak kehabisan akal. Dia tidak mengejarnya. Lalu dia berteriak dengan lantang, ”Pak Idris, pencurinya lari ke arah Pak Idris, ke selatan!” teriak Pak Kosim

Mengira di selatan ada orang, si pencuri panik, lalu dia putar haluan dan lari ke arah barat. Melihat pencuri lari ke arah barat, Pak Kosim lalu teriak lagi dengan keras

”Pak Maman….tuh pencurinya lari ke arah Pak Maman, ke barat!”

Mengira di barat ada orang, si pencuri tambah panik, lalu dia putar haluan lagi dan lari ke arah timur. Melihat pencuri lari ke arah timur, Pak Kosim lalu teriak lagi dengan suara makin keras

”Pak Haris….cepetan tuh tangkap…pencurinya lari ke arah Pak Haris, ke arah timur!”

Mengira disekeliling kebun tersebut banyak orang yang mengepung yang dia denger dari teriakan Pak Kosim, sang pencuri akhirnya KO. Dengan napas tersengal-sengal dia menyerahkan diri kepada Pak Kosim.

”Ampun Pak…ampun Pak!” katanya sambil tersungkur di kaki Pak Kosim.

He…he…he…pintar-pintarnya Pak Kosim saja…Nangkap pencuri cukup dengan teriak! Apessnya…si pencuri ternyata tertipu juga tuh…wakakakakakk…..

Catatan : Diadopsi dan diceritakan kembali dari acara “Tangkap” di ANTV.

Agustus 31, 2008 Posted by | Cerita Humor | Tinggalkan komentar